#DukungPemiluBerintegritas

DONATE SHARE

Anggota legislatif yang korup jadi salah satu penyebab rusaknya demokrasi di Indonesia. Dukung ICW mendorong calon anggota legislatif berintegritas melalui program #DukungPemiluBerintegritas

Tidak dapat dipungkiri citra parlemen selama ini tercoreng akibat sejumlah perkara korupsi yang melibatkan anggota legislative. Data Kementrian Dalam Negeri tahun 2014 menyebutkan, terdapat 3.169 anggota DPRD se Indonesia pernah tersangkut perkara korupsi selama kurun waktu 2004- 2014. Pada tahun 2014,  ICW menemukan sedikitnya 59 orang anggota dewan terpilih (DPR, DPRD, DPD) periode 2014-2019 yang tersangkut dalam perkara korupsi.

KPK sejak tahun 2004 - 2017 bahkan telah memproses perkara korupsi terhadap 144 anggota legislatif baik ditingkat pusat, provinsi hingga kabupaten. Jumlah tersebut pastinya akan meningkat karena pada tahun 2018 Komisi Anti Rasuah ini baru saja menetapkan tersangka korupsi secara masal terhadap 38 anggota DPRD Sumatera Utara dan 19 anggota DPRD Kota Malang. Masuknya mantan koruptor sebagai anggota legislatif tentu saja akan semakin menguatkan ketidakpercayaan rakyat terhadap parlemen.

Agar tidak salah memilih calon anggota legislatif pada pemilu 2019 mendatang, ICW menilai penting untuk menghimpun dan menyebarkan informasi mengenai rekam jejak anggota DPR 2014-2019, khususnya mengenai politik-bisnis dan sikap mereka dalam isu-isu menyangkut pemberantasan korupsi. Informasi ini penting dihadirkan pada publik untuk dijadikan bahan pertimbangan untuk memilih atau tidak memilih kembali mereka pada pemilu selanjutnya. Untuk jangka panjang, rekam jejak diharapkan dapat menjadi rujukan untuk melihat koneksi politik bisnis anggota DPR atau pejabat publik lainnya dengan jaringannya.

Anda dapat membantu ICW dalam mendorong calon anggota legislatif yang berintegritas melalui program #DukungPemiluBerintegritas. Donasi yang Anda berikan digunakan untuk mendukung pengembangan Platform Informasi Rekam Jejak Aggota DPR RI (Rekamjejak.net) dan kampanye publik mendorong pemilu 2019 yang demokratis dan berintergritas.