Skip to main content

Save Our School

KORUPSI tidak hanya soal kerugian uang negara, aspek lain seperti sekolah juga dirugikan. Alokasi APBN untuk sektor pendidikan mencapai Rp 550 triliun, namun anggaran yang besar tidak disertai dengan peningkatan kualitas pendidikan yang seharusnya bisa dirasakan semua warga. Akibat dari korupsi, permasalahan lain muncul, mulai dari kegiatan belajar mengajar yang tidak efektif, tidak maksimalnya kemampuan guru untuk memberi pembelajaran, potensi perkembangan siswa tidak optimal hingga ambruknya bangunan sekolah yang mengakibatkan korban jiwa.

Save Our School

Kami percaya bahwa Kita adalah kelompok pertama yang terdampak oleh kejahatan korupsi. Namun terkadang kita tidak menyadarinya!

Apa yang pertama kali kamu pikirkan, saat melihat fasilitas toilet di sebuah sekolah dasar begitu buruk? Lalu, saat ada atap sekolah yang tiba-tiba ambruk hingga menelan korban jiwa dan aktifitas sekolah dihentikan.

Apakah kamu menyadari bahwa itu terjadi akibat dari korupsi?

KORUPSI tidak hanya menyebabkan kerugian uang negara, aspek yang tak kalah penting yaitu kualitas pelayanan publik disrusak sehingga banyak masyarakat dirugikan. Korupsi juga turut menyumbang penurunan kualitas pelayanan pendidikan di Indonesia. Pada tahun 2021 alokasi APBN untuk sektor pendidikan mencapai Rp 550 triliun, namun anggaran yang besar tidak disertai juga dengan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan yang seharusnya bisa dirasakan semua warga. Akibat dari korupsi, permasalahan yang muncul begitu banyak, mulai dari kegiatan belajar mengajar yang tidak efektif, tidak maksimalnya kemampuan guru untuk memberi pembelajaran, potensi perkembangan siswa tidak optimal hingga ambruknya bangunan sekolah yang mengakibatkan korban jiwa.

Korupsi lahir bukan hanya karena minimnya pengawasan saja, tetapi bisa terjadi akibat dari keputusan-keputusan yang dilagurkan oleh pemerintah di sektor pendidikan yang seringkali tidak tepat sasaran  atau kebijakan yang dibuat hanya menguntungkan beberapa pihak tanpa dapat menjawab persoalan yang ada.

 

Sejak Januari 2016 hingga September 2021 terdapat 240 kasus korupsi di sektor pendidikan, 12 kasus bahkan terjadi ditengah pandemi Covid-19 yang berkaitan dengan bantuan pendidikan bagi lembaga pendidikan keagamaan untuk membantu tetap berjalannya kegiatan belajar dan mengajar. Sebelum pandemi saja, sekolah sulit memenuhi pelayanan pendidikan yang berkualitas akibat dari ketimpangan fasilitas pendidikan diantara daerah di Indonesia, apalagi saat pandemi seperti sekarang yang memaksa pihak sekolah untuk menyesuaikan kegatan menjadi pembelajaran jarak jauh, akibat korupsi, akhirnya pihak sekolah terancam gagal memberikan pelayanan terbaik pada anak murid.

Parahnya dari sisi pelaku sendiri, 288 tersangka korupsi di bidang pendidikan kebanyakan dilakukan oleh pelaksana kebijakan itu sendiri atau dalam hal ini Aparatur Sipir Negara dari Dinas Pendidikan sendiri, ASN Dinas Pendidikan yang terjerat mencapai 160 tersangka dan menduduki peringkat pertama dari delapan kategori latarbelakang pelaku korupsi disektor pendidikan. Jika perubahan kebijakan tidak dilakukan, maka akan terus melanggengkan praktek korupsi disektor pendidikan, bagi-bagi keuntungan dari proyek-proyek pendidikan akan marak terjadi karena tidak ada upaya pencegahan dari sisi kebijakan yang dibuat.

Oleh karena itu perlu ada rekomendasi perubahan yang berasal dari publik dengan melakukan kajian-kajian kejahatan korupsi disektor pendidikan. Melalui kajian korupsi di sektor pendidikan yang rutin dilakukan oleh ICW, diharapkan lahir rekomendasi perubahan yang bisa ditawarkan kepada pemangku kebijakan untuk melakukan perubahan dalam perencanaan, pengawasan dan tatacara menjalankan kebijakan pemerintah disektor pendidikan. ICW mengupayakan agar tiap perubahan kebijakan di sektor pendidikan mampu menjawab persoalan dan kebutuhan di sektor pendidikan serta mencegah dari upaya-upaya korupsi yang dapat mengganggu tujuan besar tersebut. sehingga cita-cita kita untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas untuk generasi mendatang bukan lagi menjadi wacana belaka.

Untuk itu ICW mengajak kamu untuk mendukung upaya ini, dengan dukungan dari publik ICW dapat terus berupaya mendorong perubahan melalui penelitian-penelitian kejahatan korupsi dari berbagai sektor, khususnya sektor pendidikan. Dengan dukungan yang semakin banyak akan memperkuat barisan gerakan antikorupsi untuk mendorong perubahan kebijakan hingga akhirnya tujuan pendidikan yang berkeadilan untuk semua masyarakat bisa tercapai.

____

ICW sepenuhnya bertanggung jawab atas pengelolaan dan penggunaan dana donasi yang terkumpul. ICW akan mempublikasikan penggunaan dana dalam bentuk laporan yang mudah diakses untuk publik melalui website antikorupsi.org.

Selain donasi, dukungan Anda juga dapat dilakukan dengan cara membeli merchandise yang tersedia di www.sahabaticw.org

DONASI LAINNYA